Mengetahui Sejarah Papua Masuk Indonesia Perlu diperhatikan

Konten [Tampil]

Mengetahui Sejarah Papua Masuk Indonesia perlu diperhatikan- Apakah anda tahu bahwa papua ini merupakan provinsi paling timur yang ada di Indonesia, dan mempunyai status menjadi bagian dari negara yang telah difinalisasi.

Pemerintah pusat tetap berkomitmen untuk membangun Papua melalui infrastruktur untuk menjangkau daerah-daerah terpencil dan memberikan hak istimewa melalui program Otonomi Khusus. 

Jadi anda jangan sampai terkecoh atau terprovokasi oleh beberapa pihak-pihak yang meyakini bahwa Papua sedang dijajah oleh Indonesia. Proses aksesi Papua ke Indonesia berlangsung berdarah dan rumit.

Bangsa Belanda yang berusaha keras menjajah Indonesia sudah selama ratusan tahun ia bersikeras untuk menguasai wilayah di ujung timur Indonesia tersebut.

Sejarah Papua

Nah untuk anda yang belum mengetahui tentang Sejarah Papua yang Masuk Indonesia. Artikel ini akan membahas sejarah aksesi Papua ke Indonesia dan bagaimana proses panjang dan berdarah ini berlangsung.

Sejarah Papua yang Masuk Indonesia

Ketika membahas perjuangan Papua Barat (Papua), Operasi Trikora tidak bisa begitu saja diabaikan. Papua ini merupakan sebuah provinsi yang ada diIndonesia yang letakmya berada diujung timur Indonesia.

Jadi, pada 27 Desember 1945 saat Berdirinya Papua diawali dengan Konferensi Meja Bundar (KMB). Dalam konferensi yang krusial bagi kedaulatan Republik Indonesia ini, Belanda setuju untuk menyerahkan kedaulatan, tetapi dengan syarat.

Namun ternyata setelah itu Indonesia dan Belanda justru masih terlibat konflik. Kedua negara tersebut merasa berhak atas tanah yang ada di Papua ataupun Irian Barat. Karena bangsa Belanda sendiri sangat menginginkan Papua Barat itu menjadi negaranya sendiri yang disebutkan oleh Indonesia sebagai negara boneka.

Belanda kemudian membawa masalah ini kePerserikatan Bangsa-Bangsa atau biasa disebut (PBB). Akhirnya, Belanda setuju untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Indonesia, yang berpuncak pada Perjanjian New York.

Melalui perjanjian ini, Belanda setuju untuk menyerahkan kendalinya atas Papua, atau Irian Barat, kepada Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNITEA). Namun, Belanda mewajibkan Indonesia untuk menyelenggarakan Undang-Undang Penutus Pendapat Rakyat (Act of Free Choice).

Hasil Undang-Undang yang tertulis itu menunjukkan bahwa Papua Barat ini memilih agar menjadi bagian dari Indonesia saja.

Nugini Belanda

Nugini Belanda merujuk pada wilayah Papua, atau Irian Barat, yang untuk sementara waktu merupakan wilayah seberang laut Kerajaan Belanda pada tahun 1949.

Saat itu pda masa revolusi Indonesia bangsa Belanda telah melancarkan operasi militer supaya bisa merebut tanah Papua dari Republik Indonesia.

Belanda menjajah Papua karena menghasilkan sumber daya alam yang melimpah. Di bawah kekuasaan Belanda, Papua diwajibkan untuk menyerahkan seluruh sumber daya alamnya, tetapi Papua tidak melakukannya. Meskipun demikian, Belanda tetap menginginkan kemerdekaan bagi Papua, atau Irian Barat.

Alasannya adalah karena Belanda telah melakukan investasi besar dalam keuangan dan ilmu pengetahuan sejak awal abad ke-19 untuk memastikan bahwa Papua Barat akan menjadi koloni resmi.

Oleh karena itu, Belanda merasa bahwa merekalah pihak yang lebih mendukung Papua Barat daripada Indonesia. Pembentukan Papua sendiri diawali dengan Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diselenggarakan pada 27 Desember 1949.

Konferensi tersebut akan menghasilkan sebuah penyerahan kedaulatan melalui Belanda ke Indonesia. Namun, KMB tetap akan menyisakan suatu kekacauan bagi Belanda dan Indonesia. Kedua dari negara tersebut masih merasa berhak atas tanah yang ada dipapua atau Irian Barat.

Belanda menginginkan Papua Barat menjadi negara merdeka di bawah kendali Kerajaan Belanda. Alasannya karena pada umumnya penduduk asli dari Papua mempunyai perbedaan etnis dan ras dengan masyarakat Indonesia.

Jadi, Belanda menginginkan supaya Papua menjadi negara yang merdeka di bawah naungan Kerajaan Belanda. Namun, Indonesia, di sisi lain, menginginkan seluruh wilayah bekas jajahan Hindia Belanda tersebut diserahkan.

Untuk menyelesaikan masalah ini, beberapa negosiasi telah dilakukan, tetapi tidak mencapai kesepakatan. Bahkan Belanda sangat bersikeras atas tanah papua tersebut.

Pada bulan September 1961 sidang Umum PBB seorang Menteri Luar Negeri Belanda Joseph Marie Antoine Hubert Luns telah mengusulkan supaya Papua atau Irian Barat yang ditempatkan di bawah PBB. 

Akan tetapi, usulannya ditolak oleh Sidang Umum PBB. Pada 2 Januari 1962 Presiden Sukarno membentuk komando mandala untuk mencegah perebutan tanah Papua. Ia menunjuk Mayor Jenderal Suharto sebagai komandan operasi militer.

Setelah perjuangan panjang selesai hingga akhirnya Belanda setuju untuk kembali berunding dengan Indonesia.

Pada 15 Agustus 1962, Perjanjian New York ditandatangani, yang menyatakan bahwa Belanda akan menyerahkan kendalinya atas Papua kepada Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTEA).

UNTEA adalah badan eksekutif sementara PBB di bawah wewenang Sekretaris Jenderal PBB. UNTEA ini sudah lama dibentuk karena adanya slot konflik antara belanda dan Indonesia tentang status Papua Barat. Perjanjian New York yang sudah disepakati mewajibkan Indonesia agar melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat atau (PEPERA).

PEPERA merupakan suatu pemilihan umum yang telah diselenggarakan sudah lama dari tanggal 14 Juli hingga 2 Agustus 1969. Maka rakyat papua akan memutuskan apa mereka ingin menjadi bagian dari indonesia melalui PEPERA. Belanda telah menyerahkan kewenangan administratif atas Papua kepada UNTEA Pada 1 Oktober 1962.

Demikian penjelasan tentang Mengetahui Sejarah Papua Masuk Indonesia perlu diperhatikan semoga bermanfaat, terimakasih.

Technophoriajogja adalah Web untuk Pelatihan Komputer dan SDM Indonesia khusus Jogja - Technophoriajogja.com - www.pengcaraindonesia.online

0 Response to "Mengetahui Sejarah Papua Masuk Indonesia Perlu diperhatikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel